KULON PROGO – Memperingati hari jadi (Hadeging) ke-214 Kadipaten Pakualaman, dengan melakukan aksi nyata yang menyentuh langsung akar rumput. Berkolaborasi dengan FK-KMK UGM untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman stunting di Girimulyo, Kulon Progo, Sabtu (6/6/2026).
Melalui aksi sosial bertajuk Dharma Mulyarja, Balai Kalurahan Giripurwo seketika berubah menjadi pusat kepedulian. Mengusung filosofi mendalam “Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara” yang berarti doa yang melahirkan keselarasan akan meniadakan segala aral. Kegiatan ini difokuskan untuk menyokong gizi balita stunting dan ibu hamil.
Sejak pagi hari, ratusan ibu hamil dan balita tampak memadati lokasi dengan antusias. Mereka datang untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan balita dan imunisasi, konsultasi kehamilan dan konseling psikologis pola asuh anak hingga bazar sembako murah untuk meringankan beban dapur warga.
Artikel Terkait
Saat pulang, peserta juga dibekali paket gizi premium siap olah. Mulai dari telur, sayuran, buah-buahan, vitamin, bubur kacang hijau, alat makan balita, hingga ikan tongkol segar sebagai sumber protein berkualitas tinggi.
“Ini adalah langkah penting dalam upaya kita bersama menekan angka stunting di Kulon Progo,” ungkap Agung.
Gusti Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam menegaskan, stunting adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa yang harus dilawan dari dalam rumah.
“Ibu adalah pahlawan utama dalam pencegahan stunting. Kasih sayang dan perhatian ibu adalah nutrisi paling utama bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM, Andreasta Meliala, menekankan pentingnya program yang langsung menyentuh masyarakat bawah secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan intervensi kesehatan yang kami berikan benar-benar efektif dan dapat terus berlanjut demi mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” jelasnya.



















