KULON PROGO – Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), dan Dewan Kerja Cabang (DKC) masa bakti 2025–2030 dilantik di Aula Adikarta, Jumat (5/6/2026). Mereka siap mencetak generasi muda yang tangguh menuju masa depan.
Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, selaku Ketua Mabicab. Di saat yang sama, pengukuhan Mabicab dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu.
Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik tolak kolaborasi besar untuk mencetak anak muda Kulon Progo yang mandiri, berkarakter, dan siap bersaing.
Artikel Terkait
Ketua Kwarcab Kulon Progo yang baru dilantik, Arif Prastowo, menegaskan bahwa Pramuka memiliki pondasi hukum yang kuat melalui UU No. 12 Tahun 2010. Hal ini membuktikan betapa besarnya harapan negara terhadap Pramuka sebagai motor penggerak pendidikan karakter.
“Keistimewaan itu menjadi kekuatan sekaligus tantangan bagi kita. Tantangannya adalah bagaimana membuktikan bahwa kepercayaan dan dukungan yang diberikan negara benar-benar dapat diwujudkan melalui pembinaan generasi muda yang berkualitas,” ujar Arif.
Menurutnya, kunci sukses Pramuka ke depan adalah kolaborasi lintas sektor. Hadirnya berbagai Satuan Karya (Saka) yang bekerja sama dengan perangkat daerah menjadi bukti bahwa pembinaan anak muda tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi dari tingkat Kwarda hingga Kwartir Ranting (Kwarran) yang menyentuh gugus depan adalah kunci utamanya.
Ketua Kwarda DIY, GKR Hayu, mengingatkan bahwa fokus utama Pramuka harus selalu tertuju pada masa depan peserta didik, bukan ego organisasi. Di tengah maraknya isu negatif tentang remaja saat ini, masyarakat untuk mengubah sudut pandang dan lebih melihat potensi serta prestasi luar biasa yang dimiliki anak muda Kulon Progo.
“Kita semua ada di sini untuk adik-adik kita. Jangan sampai mereka yang berprestasi merasa disamaratakan dengan mereka yang masih membutuhkan arahan. Tugas kita adalah memahami kebutuhan mereka dan membantu menemukan jalan terbaik bagi masa depannya,” tutur GKR Hayu.
GKR Hayu mendorong seluruh jajaran Pramuka Kulon Progo untuk tidak lagi menggunakan metode instruksi satu arah. Era digital menuntut para pengurus untuk lebih banyak mendengarkan aspirasi generasi muda agar program-program yang dirancang tetap relevan, adaptif, dan menarik bagi Gen Z dan generasi setelahnya.



















