Pelajar SD di Kulon Progo Sekolah Sambil Mengasuh Adik, Demi Ibu yang Sakit Kanker

Sayoto Ashwan

Ralea Irgantari belajar di dalam kelas dengan tetap mengasuh adik di sampingnya. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Pelajar kelas 3 SD di Kulon Progo, Ariendra Ralea Irgantari (9) cukup tegar memikul tanggung jawab yang tak biasa bagi anak seusianya. Siswa SD Negeri Gembongan, Sentolo, Kulon Progo ini harus berangkat ke sekolah sambil mengasuh adiknya yang masih balita, Reyfan Caraka Fahturohman (4).

Sejak sang ibu didiagnosis menderita kanker payudara dan harus rutin menjalani kemoterapi, kehidupan Ralea berubah. Tak ada pengasuh yang bisa menjaga adiknya, sementara keberadaan sang ayah tak diketahui. Dalam kondisi itu, Ralea memilih tetap bersekolah, dengan konsekuensi menjaga adik tetap di sampingnya.

Setiap pagi, Ralea datang ke sekolah membawa dua tas. Satu berisi buku pelajaran, satu lagi berisi perlengkapan adiknya. Mulai dari susu hingga pakaian ganti.

Kepala Sekolah SD Negeri Gembongan, Pri Hastuti Komarul, mengatakan, pihak sekolah memberikan izin khusus agar Ralea tetap bisa belajar. Sebelumnya sang ibu sempat meminta izin. Selama pelajaran berlangsung, Reyfan duduk di samping kakaknya di dalam kelas.

“Adiknya ikut di kelas, duduk di sampingnya. Kalau bosan, kadang keluar sebentar atau bermain di pojok kelas. Anak ini juga tidak rewel,” ujar Pri Hastuti.

Para guru pun turut membantu. Saat Reyfan terlihat jenuh, mereka mengajaknya menggambar atau mewarnai. Bagi pihak sekolah, peristiwa ini bukan sekadar soal akademik, melainkan juga pelajaran hidup tentang empati dan kepedulian.

“Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu. Ini menjadi pembelajaran karakter bagi semua,” katanya.

Di tengah keterbatasan, Ralea dikenal sebagai murid yang rajin dan berprestasi. Meski tak bisa bebas bermain seperti anak-anak lain, ia mengaku senang masih bisa bersekolah sambil menjaga adiknya. Di balik wajah polosnya, tersimpan cita-cita besar.

“Dokter,” jawabnya singkat saat ditanya impiannya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi, menyatakan pihaknya telah mengetahui kondisi tersebut. Disdikpora juga telah mengunjungi sekolah untuk bertemu dengan guru dan Ralea sekaligus menyalurkan bantuan.

“Yang terpenting, anak ini harus tetap sekolah,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Polda DIY Bagikan Biaya Living Cost bagi 306 Mahasiswa Sumatera di Jogja

YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) DIY membagikan bantuan biaya hidup (living cost) kepada 306 mahasiswa asal Sumatera yang tengah menempuh ...

Tokoh

Kepala DPMPTSP Sarji: Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

KULON PROGO – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulon Progo Sarji berkomitmen untuk memacu ...

News

Juru Foto Candi Borobudur-Prambanan Dibekali Layanan Prima

YOGYAKARTA – Fotografer wisata di kawasan candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko tidak hanya sekadar mahir menekan tombol rana kamera. ...

News

Lurah Garongan Kulonprogo Resmi Jadi Tersangka Korupsi Pungli

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo menaikkan status Lurah Garongan, Ngadiman dari saksi menjadi tersangka. Dengan status ini, posisi lurah akan ...

News

As Roda Patah Saat Menanjak, Dump Truck Terguling di Sidomulyo

KULON PROGO – Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa satu unit dump truck di Jalan Tanggulangin-Clereng, tepatnya di sebelah utara simpang ...

Olahraga

10.200 Pelari dari 17 Negara Siap Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

YOGYAKARTA – Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara siap mengikuti Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang akan digelar di kawasan ...

Tinggalkan komentar