KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Purworejo sepakat untuk memperpanjang perjanjian kerja sama yang akan berakhir pada bulan Oktober mendatang. Ada kesepahaman untuk memastikan pembangunan akan menyentuh desa-desa di di batas wilayah.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, mereka telah sowan kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. dalam pertemuan ini Sultan menitipkan pesan bermakna tentang pentingnya kerukunan bertetangga.
“Beliau bilang, jangan melihat beda provinsi, tapi karena kita bersebelahan, sinergi itu keharusan,” kata Yuli saat berkunjung ke Kulon Progo, Kamis (12/3/2026).
Artikel Terkait
Pesan ini menjadi ruh dalam pembahasan kerja sama ke depan. Kemajuan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tidak boleh hanya dinikmati satu sisi, melainkan harus menjadi berkah bagi warga Purworejo maupun Kulon Progo.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, membayangkan sebuah jalur penghubung yang tidak hanya berisi aspal beton, tapi menjadi “panggung” bagi UMKM lokal.
“Kami tidak ingin wisatawan hanya lewat. Kami ingin menciptakan lintasan yang diisi oleh warung-warung kuliner, perajin lokal, dan produk UMKM warga kita. Jadi, saat turis turun di YIA dan menuju Magelang, ekonomi warga di sepanjang jalan ikut berdenyut,” kata Agung.
Gagasan ini diperkuat dengan rencana pembangunan Border City (Kota Batas) di perbatasan Purworejo yang akan mencakup kawasan hunian dan industri, serta proyek “Jalur Bedah Menoreh” yang menghubungkan desa-desa yang selama ini terisolasi.
“Jika kita bergerak bersama, tidak akan ada titik buntu. Kita bangun jalur yang menyambung, bukan yang terputus di perbatasan,” kata Agung.



















