Potret Toleransi di Kulon Progo, Bupati Temui Umat Hindu Jelang Hari Raya Nyepi

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyapa umat HIndu yang ada di Kulon Progo. (foto: istimewa)

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menunjukkan komitmennya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Bumi Menoreh. Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengunjungi salah satu tokoh agama Hindu I Ketut Rudyarta, di Ngrojo, Kembang, Nanggulan, Jumat (13/3/2026).

Kunjungan ini dilakukan menjelang peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Ini menjadi momen emosional bagi umat Hindu dengan hadirnya kepala daerah beserta jajaran Forkopimda dan Kemenag DIY sebagai bentuk pengakuan dan perhatian nyata terhadap kelompok minoritas.

Pembimbing Masyarakat (Binmas) Hindu Kanwil Kemenag DIY, Didik Widya Putra, tak kuasa menahan rasa harunya saat memberikan sambutan. Ia mengaku kaget dengan kehadiran bupati yang langsung menyapa umat Hindu di Kulon Progo yang jumlahnya hanya sekitar 24 jiwa.

“Ini luar biasa, kulo nggih kaget, yo rahayu rada mbrebes (berkaca-kaca),” kata Didik.

Didik mengayakan, Umat Hindu ingin memiliki tempat ibadah yang lebih representatif. Saat ini, umat Hindu di Kulon Progo mengandalkan Sanggar Pamuja di lereng Samigaluh yang memiliki medan cukup berat.

“Kami memohon ada impian agar umat Hindu di Kulon Progo sembahyangnya tidak jauh-jauh ke Jagatnatha (Bantul),” harapnya.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan bahwa pemerintah tidak melihat besar kecilnya jumlah kelompok masyarakat dalam memberikan pelayanan dan perhatian. Mereka adalah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Kulon Progo.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir bagi seluruh masyarakat,” tegas Agung.

Terkait fasilitas rumah ibadah, bupati menyatakan akan berupaya memfasilitasi dan mencari solusi terbaik sesuai regulasi yang berlaku agar hak beribadah masyarakat dapat terpenuhi dengan nyaman.

Sementara itu, I Ketut Rudyarta, mengapresiasi kunjungan mendadak ini sebagai bentuk penghormatan tinggi bagi keluarganya. Ia berharap kerukunan yang sudah terjalin baik di Kulon Progo dapat terus terjaga.

“Harapan saya, kerukunan umat beragama di Kulon Progo yang sudah bagus ini semakin terjalin erat. Kita semua saudara satu kabupaten,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

News

Komisi X DPR RI Desak Evaluasi Aturan Desil BPS: Jangan Sampai Anak Bangsa Putus Kuliah

KULON PROGO – Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera mengevaluasi skema pendesilan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai syarat mutlak ...

Ekbis

Inovasi Mahasiswa UGM Ciptakan ‘Intoco’, Mesin Pengolah Cokelat Canggih Penyelamat UMKM Kulonprogo

KULONPROGO – Langkah nyata akademisi dalam mendukung UMKM lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Program Kreativitas ...

News

Ratusan Kambing Ras Kaligesing Terbaik se-Indonesia Meriahkan Piala Raja #1 di Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 300 peternak dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala ...

News

Jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 2 Galur, Wabup Motivasi Siswa Rajin Belajar

KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, dan integritas bagi para pelajar sejak ...

Ekbis

Luncurkan PRAMANA, Kulon Progo Siap Benahi Data Kemiskinan

KULON PROGO = Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan inovasi sistematis bernama PRAMANA (PRiksa lan pilah datA warga Miskin kAnthi NyatA) ...

News

Menoreh Art Festival dan Peluncuran Logo Resmi Warnai Kick Off Hari Jadi ke-75 Kulon Progo

KULON PROGO – Lautan manusia memadati Alun-Alun Wates pada Sabtu (12/9/2026) malam, saat Kick Off pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi ...

Tinggalkan komentar