KULON PROGO – Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Sumarjo, warga Gupit, Karangsewu, Galur. Sebuah gudang pertanian miliknya ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (21/3/2026) pagi, saat warga tengah melaksanakan ibadah di masjid.
Nahas, musibah ini merenggut nyawa istri Sumarjo, seorang perempuan berinisial R (59). Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi luka bakar serius di dalam bangunan tersebut.
”Benar ada kebakaran yang mengakibatkan satu korban jiwa,” kata Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko.
Artikel Terkait
Peristiwa bermula ketika Sumarjo bersama kedua anaknya berangkat melaksanakan Salat Idul Fitri. Korban sendiri memilih tetap di rumah karena kondisi kesehatannya yang sedang menurun.
Sepulang dari masjid, Sumarjo dikejutkan dengan kepulan asap hitam yang membubung dari gudang pertanian di bagian belakang rumahnya. Sontak, ia bersama para tetangga bahu-membahu memadamkan api menggunakan mesin diesel dan air dari kolam ikan yang berada tepat di belakang rumah.
Meski api berhasil dijinakkan dalam hitungan menit, warga justru menemukan pemandangan memilukan di lokasi kejadian.
“Korban ditemukan meninggal telentang di tanah,” ujar Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, Sabtu (21/3/2026).
Pihak medis dari Puskesmas Galur yang tiba di lokasi mengonfirmasi bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa saat ditemukan. Tubuh korban dilaporkan hangus hingga separuh badan akibat amukan api yang melalap isi gudang.
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan keluarga. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum. Jenazah R kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.



















