Lawan Inflasi, Bengkulu Pinang Hasil Bumi Kulon Progo

Sayoto Ashwan

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dalam penandatangan moU dnegan Pemprov Bengkulu di Yogyakarta, Selasa (5/5/2026). (foto: istimewa)

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Bengkulu dan DIY sepakat untuk melakukan kerja sama dalam menekan inflasi. Salah satu kesepakatan untuk menampung hasil bumi petani Kulon Progo yang akan menjadi penyelamat stok pangan di Sumatera.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan mengatakan, urusan perut masyarakat tidak bisa diselesaikan sendiri oleh rakyat. Pemerintah harus hadir dengan melakukan kerja sama agar penanganan permasalahan pangan bisa tertangani dengan baik.

“Persoalan inflasi ini tidak bisa selesai sendiri, harus dikeroyok bersama agar hasilnya lebih baik,” kata Helmi pada pertemuan TPID Provonsi Bengkulu dengan Pemda DIY dan pemkab/pemkot di Yogyakarta, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian misi perburuan komoditas. Hasilnya, Kulon Progo, Sleman, Bantul, hingga Magelang sepakat memasok kebutuhan pangan Bengkulu guna memastikan piring warga tetap terisi dengan harga yang masuk akal.

“Kami di Bengkulu sudah merasakan dampaknya, perlahan kondisi membaik karena adanya sinergi,” tegas Helmi.

Bagi Kabupaten Kulon Progo, MoU ini adalah menjadi harapan bagi para petani lokal untuk naik kelas. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa wilayahnya bukan lagi sekadar penonton, melainkan pemain utama pemasok pangan antarpulau.

Kulon Progo memiliki potensi hasil bumi dan produk olahan Kulon Progo akan langsung dikirim untuk memenuhi defisit pangan di Bengkulu. Cara ini akan memotong rantai distribusi yang panjang agar petani mendapat harga jual lebih tinggi, namun konsumen di Bengkulu tetap mendapat harga murah.

“Harapannya, ini mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena kita ini daerah penghasil. Ke depan, bentuk konkretnya adalah pengiriman hasil produksi dari Kulon Progo untuk memenuhi kebutuhan di Bengkulu,” ujar Agung optimis.

Sementara itu, Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan bahwa kunci dari stabilitas ekonomi adalah pertemuan antara daerah yang surplus (kelebihan stok) dengan daerah yang defisit (kekurangan stok).

Rekomendasi Untuk Anda

News

Polda DIY Bagikan Biaya Living Cost bagi 306 Mahasiswa Sumatera di Jogja

YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) DIY membagikan bantuan biaya hidup (living cost) kepada 306 mahasiswa asal Sumatera yang tengah menempuh ...

Tokoh

Kepala DPMPTSP Sarji: Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

KULON PROGO – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulon Progo Sarji berkomitmen untuk memacu ...

News

Juru Foto Candi Borobudur-Prambanan Dibekali Layanan Prima

YOGYAKARTA – Fotografer wisata di kawasan candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko tidak hanya sekadar mahir menekan tombol rana kamera. ...

News

Lurah Garongan Kulonprogo Resmi Jadi Tersangka Korupsi Pungli

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo menaikkan status Lurah Garongan, Ngadiman dari saksi menjadi tersangka. Dengan status ini, posisi lurah akan ...

News

As Roda Patah Saat Menanjak, Dump Truck Terguling di Sidomulyo

KULON PROGO – Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa satu unit dump truck di Jalan Tanggulangin-Clereng, tepatnya di sebelah utara simpang ...

Olahraga

10.200 Pelari dari 17 Negara Siap Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

YOGYAKARTA – Sebanyak 10.200 pelari dari 17 negara siap mengikuti Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 yang akan digelar di kawasan ...

Tinggalkan komentar