Kembalikan Kejayaan Kopi di Perbukitan Menoreh, 2.000 Bibit Ditanam

Sayoto Ashwan

[addtoany]

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan meimpin penanaman kopi di Perbukitan Menoreh, Rabu (21/1/2026). (foto: istimewa)

KULON PROGO – Gerakan Penanaman Kopi mulai dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo untuk mengembalikan kejayaan kopi di Perbukitan Menoreh. Setidaknya 2.000 bibit yang ditanam oleh Kelompok Tani Marsudi Rahayu Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (21/1/2026)

Bibit yang ditanam merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 2.000 bibit kopi Arabika ditanam di lahan seluas dua hektare. Secara simbolis penanaman dilakukan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan

Ketua Kelompok Tani Marsudi Rahayu, Theodolus Supino, mengatakan, kelompoknya berdiri sejak 2005, yang lahir dari semangat kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan. Selama ini, warga lebih banyak membudidayakan kopi robusta dan beternak kambing PE. Namun, fluktuasi harga ternak yang kian menurun mendorong petani mencari alternatif usaha yang lebih menjanjikan.

“Kopi Arabika ini menjadi harapan baru Kami. Awalnya ragu karena ketinggian wilayah, tetapi setelah ada pendampingan dan penegasan dari Kementerian Pertanian bahwa Kopi Arabika kami mantap beralih,” katanya.

Selain bertani kopi, kelompok Marsudi Rahayu juga dikenal aktif mengembangkan peternakan kambing peranakan etawa (PE), baik melalui usaha kelompok, sistem gaduh, maupun usaha mandiri. Kelompok ini rutin mengikuti pelatihan, studi banding, serta lomba pertanian dan peternakan, dengan sejumlah prestasi hingga tingkat provinsi.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, mengatakan, revitalisasi kopi di Perbukitan Menoreh merupakan upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat. Tahun ini, pemerintah daerah berhasil mengakses total 50.000 bibit kopi dari pemerintah pusat.

“Nanti akan ditanam bertahap menggantikan tanaman kopi tua yang sudah kurang produktif,” katanya.

Melalui gerakan ini, petani Patihombo tak hanya menanam bibit kopi, tetapi juga menanam harapan akan masa depan pertanian rakyat yang lebih berdaya dan berkelanjutan

Rekomendasi Untuk Anda

News

My Esti Wijayati Kunjungi Sekolah Rakyat Kulon Progo, Beri Catatan dan Apresiasi

KULON PROGO – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I (SRT) Kulonprogo pada Jumat (31/7/2026) tampak ...

Ekbis

Muscab BPC Gapensi Kulon Progo X, Kolaborasi dan Mutu Harus Ditingkatkan

KULON PROGO – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Kulon Progo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ...

Ekbis

Konsisten Sejak 2013, HS Surya Group Berangkatkan 156 Karyawan Umrah Gratis

MAGELANG – HS Surya Group kembali memberangkatkan 156 karyawan untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Senin (3/8/2026). Program ...

Olahraga

461 Atlet Bertanding di Kejurda III NPCI DIY 2026 Kulon Progo

KULON PROGO – Sebanyak 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten/kota se-DIY bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) III National Paralympic Committee ...

News

Putus Rantai Kemiskinan, 359 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo Mulai Jalani MPLS Gratis

KULON PROGO – Langkah nyata memutus mata rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dimulai. ...

News

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, Mahasiswa KKN UGM Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan

KULON PROGO Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah nyata untuk melindungi warga Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo, dari ...

Tinggalkan komentar